JURNAL MAHASISWA

Posted by : Administrator
Share

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGOLAHAN GULA AREN DI DESA ONEMANU KECAMATAN  LAMBANDIA LAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR

 

Oleh : Nurman

 

ABSTRAK: Penelitian ini dilaksanakan di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur pada bulan Agustus –Oktober 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial pengolahan gula aren. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus karna jumlah populasi hanyan 22 KK atau kurang dari 100 (Arikunto 2004).

Data yang dihimpun untuk mendukung kegiatan ini berasal dari data primer yaitu data hasil wawancara langsun dengan responden dan data sekunder yang di peroleh dari berbagai instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan gula aren di Desa Onemanu secara finansial layak diusahakan karena menghasilkan pendapatan Rp 6.066.341, R/C 1.99, profitabilitas 99% atau 0,9 serta analisis BEP yang terdiri dari BEP penerimaan sebesar Rp 4,425,890 BEP produksi sebesar 442 Kg, dan BEP harga sebesar 5,004/Kg, seluruhnya menyatakan layak.

 

Kata Kunci : Kelayakan, Finansial, Pengolahan, Gula, Aren.

 

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara Agraris, artinya Sektor Pertanian masih memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian Nasional. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya Penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja pada sektor pertanian atau produk pertanian yang berasal dari pertanian (Mubyarto, 1989).

Sulawesi Tenggara mencangkup daratan (jazirah) pulau Sulawesi dan kepulauan yang memiliki wilayah perairan (laut) seluas 110.000 km2 atau 11.000.000 ha dan wilayah daratan seluas 38.140 km2 atau 3.814.000 ha dengan lahan basah seluas 91.942 ha (2,41%) sedangkan sisanya seluas 3.722.058  ha (97,59%) adalah lahan kering dengan jumlah Penduduk 2.001.818 jiwa (BPS, 2006).

Dengan demikian, luas lahan kering di Sulawesi Tenggara lebih luas di bandingkan dengan luas lahan basah, hal ini sejalan dengan pendapatan Soekartawi (1995) yang mengemukakan bahwa Indonesia bagian timur pada umumnya memiliki persentase luas lahan kering yang lebih besar di bandingkan luas lahan basah.

Kegiatan agroindustri mengolah bahan baku menjadi suatu produk baik dalam bentuk produk setegah jadi maupun produk yang jadi. Agroindustri tidak hanya merubah bentuk produk tanaman menjadi baru, akan tetapi menambah nilai jual hasil-hasil pertanian. Pengolahan gula aren merupakan bentuk usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Gula aren diolah dari nira, nira terkandung dalam beberapa tumbuhan dari suku Arecaceae , salah satunya adalah terdapat pada pohon aren (Arenga Pinnata MER). Air nira yang di hasilkan oleh pohon aren ini dapat di manfaatkan sebagai bahan baku pembuatan minuman tradisional (legen), minuman keras tradisional (tuak), cuka dan gula aren.

Gula aren yang berasal dari nira pohon aren ini lebih disukai konsumen di bandingkan produk gula lainnya. Oleh karena itu, pengolahan gula arenmerupakan alternatve untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena penolahannya bisa dilakukan dengan sederhana dan dengan modal sedikit.

Berdasarkan pengamatan, aren di Kabupaten Kolaka Timur masih tumbuh secara alami, belum ada perlakuan dari petani terhadap Tanaman Aren. Begitu juga dengan usaha pembuatan gula aren, masih sangat tradisional dengan mempergunakan teknologi yang sangat minim ataupun sederhana, bahkan cenderung merupakan usaha sampingan karena penyadapan aren dilakukan biasanya dua kali sehari pagi dan sore, sehingga di luar itu, petani masih bisa melakukan kegiatan usahatani lainnya. Penyadapan aren dilakukan secara perseorangan oleh masing-masing petani kemudian proses pemasakan nira dilakukan pada sore hari di sekitar lahan aren yang disadap. Masyarakat Desa Onemanu dominan bermata pencarian sebagai petani sekaligus pengolahan gula aren, maka dapat di asumsikan bahwa usaha tersebut belum diketahui apakah usaha tersebut menguntungkan atau bahkan merugikan.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakanpenelitian yang berjudul “Analisa Kelayakan Finansial Pengolahan Gula Aren Di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur”.

 

Perumusan masalah

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu :

  1. Berapa pendapatan pengolah gula aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
  2. Apakah usaha pengolahan gula aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur layak secara finansial

 

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian  adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui pendapatan yang di peroleh pengolah gula aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur.
  2. Untuk mengetahui kelayakan finansial pengolah gula aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupate Kolaka Timur.

 

 

METODE PENELITIAN

Waktu Dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini di laksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2017, Di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur. Penentuan lokasi penelitian di tentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Onemanu merupakan salah satu penghasil komoditi gula aren di Kabupaten Kolaka Timur.

 

Variabel Yang Diamati

 Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari:

  1. Identitas responden : umur, pendidikan formal, jumlah anggota keluarga dan pengalaman berusaha (gula aren).
  2. Karakteristik untuk usaha pengolah gula aren sebagai berikut:
  1. Biaya Tetap

Bumbang/jerigen, pisau/parang, tungku, penyaring, wajan, pengaduk, cetakan, tangga, palu, ember/baskom, sutil/sendok kecil, tataan/alas dasar cetakan, alat ciduk/gayung, wadah/keranjang.

  1. Biaya Variabel

Tenaga kerja, transportasi, aren, kayu bakar , minyak kelapa, minyak tanah, kapur sirih.

 

Jenis Dan Sumber Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas:

  1. Data primer yaitu data yang diperoleh dalam penalitian melalui metode survey dari wawancara langsung dengan responden dan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun dalam bentuk (kuisioner).
  2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari laporan-laporan serta instansi-instansi yang terkait dengan penelitian ini, seperti BPS Propinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pertanian, Buku-buku, Dokumentasi dan lain-lain.

Populasi Dan Sampel

Populasi adalah seluruh pengolah gula aren yang berada di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia sebanyak 22 KK. Arikunto (2004) mengemukakan bahwa apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik di ambil semua, dan jika jumlah subyeknya besar dapat di ambil antara 10 – 15 persen atau 20-25 persen. Mengingat jumlah populasi pegolah gula aren kurang dari 100, maka metode penentuen sampel menggunakan metode (sensus) sebanyak 22 KK.

 

Analisis Data

Data yang diperoleh menurut Suratman (2001), selanjutnya  ditabulasikan sesuai dengan kepentingan masing-masing variabel dan diolah sesuai kebutuhannya.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Biaya Pengolahan Gula Aren

Biaya produksi adalah jumlah pengeluaran yang dikeluarkan oleh pengolahan gula aren selama masa produksi. Biaya produksi dapat berupa biaya tetap dan biaya variabel (termasuk biaya penyusutan), untuk mengetahui biaya produksi oleh pengolahan selama masa produksi dapat dilihat pada Tabel 1

Tabel 1. Rekapitulasi Biaya Produksi Pengolahan Gula Aren di Desa Onemanu

Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur, Tahun 2016.

No

 

Jenis Biaya Produksi (Rp/Tahun)

 

Rata-Rata Biaya Produksi Rp/Thn)

   

1

Biaya Tetap

 

 

 Penyaringan

1,250

 

 Cetakan Gula Aren

33

 

 Gumbung/Wadah

6,250

 

 Ember

964

 

 Pisau

333

 

 Parang

1,083

 

 Gayung

139

 

 Palu

125

 

 Tangga

1,250

 

 Tungku

1,184

 

 Wajan

7,500

 

 Jerigen

972

 

 Keranjang

1,250

 

 Sendok Kecil

292

 

 Sendok Besar

313

 

 Alas Cetakan

167

 

 Kampak

166,667

 

 Bangunan atau pondok-pondok

23,674

 

Jumlah

213,446

2

Biaya Variabel

 

 

 Aren

77,272

 

 Kayu Bakar

14,000

 

 Kapur Sirih

27,955

 

 Transportasi

192,273

 

 Tenaga Kerja

1,800,000

 

 Minyak Kelapa

14,000

 

 Minyak Tanah

14,000

 

Jumlah

2,139,500

 

Tabel 1 menunjukkan bahwa  adanya jenis biaya yang di keluarkan oleh pengolahan gula aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia, yakni terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rata-rata produksi yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel,  untuk biaya tetap yakni sebesar  213,446 /Bulan. Sedangkan untuk Biaya Variabel yakni sebesar 2,139,500/Bulannya.

 

Penerimaan

Penerimaan sebuah usaha dari hasil penjualan barangnya merupakan fungsi dari jumlah barang yang diproduksi atau dihasilkan. Semakin banyak barang yang di produksi dan terjual, maka semakin besar pula penerimaannya. Penerimaan total (Total Revenue) adalah hasil dari jumlah barang yang di produksi dengan harga jual per unit barang tersebut. Total penerimaan dalam dalam penelitian pengolahan gula aren ini dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut :

 

Tabel 2 Analisis Penerimaan Usaha Pengolahan Gula Aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur, Tahun 2016.

No

Uraian

Jumlah

1

Penerimaan Total (TR = Y×P)

12.136.346

 

Jumlah Produksi      (Y)

Kg 1.213

 

Harga Produk/Unit (P)

Rp 10.000

 

Analisis Pendapatan

Pendapatan adalah selisih antara penerimaan yang di terima oleh pemilik usaha pengolahan gula aren dengan keseluruhan pengeluaran dengan satuan rupiah. Untuk lebih jelasnya pendapatan yang di peroleh dalam usaha pengolahan gula aren dapat dilihat pada Tabel 3 berikut :

Tabel 3 Analisis Pendapatan Usaha Pengolahan Gula Aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur, Tahun 2016.

NO

Uraian

Jumlah

1

Biaya Total (TC = FC+VC

Rp 6.071.023

 

Biaya Tetap (FC)

 Rp 3.478.750

 

Biaya Variabel (VC)

Rp 2.592.273

2

Penerimaan Total (TR = Y×P)

Rp 12136346

 

Jumlah Produksi      (Y)

Kg 1.213

 

Harga Produk/Unit (P)

Rp 10.000

3

Pendapatan ( I = TR-TC)

6.066.341

 

 

 

Analisis Kelayakan Finansial

Analisis kelayakan finansial usaha pengolahan gula aren menjadi indikator Pendapatan pengolahan gula aren merupakan selisih antara penerimaan dan biaya produksi. R/C rasio merupakan suatu analisis usaha yang digunakan untuk mengetahui suatu usahatani menjadi layak atau tidak secara finansial diteruskan. Untuk mengetahui pendapatan dan R/C rasio pengolahan gula aren, dapat dilihat pada Tabel 4 adalah sebagai berikut :

 

Tabel 4 Analisis Kelayakan Finansial Pengolahan Gula Aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur,Tahun 2016.

NO

Uraian

Jumlah

1

Biaya Total (TC = FC+VC

Rp 6.071.023

 

Biaya Tetap (FC)

Rp 3.478.750

 

Biaya Variabel (VC)

Rp 2.592.273

2

Penerimaan Total (TR = Y×P)

Rp 12.136.346

 

Jumlah Produksi      (Y)

Kg 1.213

 

Harga Produk/Unit (P)

Rp 10.000

3

Kelayakan Finansial RC = TRTC

1.99

 

Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa kriteria usaha tersebut layak untuk di jalankan karena memiliki nilai R/C sebesar 1.99 atau lebih dari 1. Hal ini disesuaikan denagan keriteria yang yang telah ditetapakan oleh Soekartawi (1995) dan Suratiyah (2008) bahwa nilai R/C > 1 menunjukkan usaha yang dilakukan layak di jalankan. Niali R/C = 1.99 memiliki arti bahwa setiap Rp .1 biaya yang dikeluarkan akan memproleh penerimaan sebesar Rp 1.99

 

Profitabilitas

Profitabilitasi menggambarkan kemampuan Usaha Pengolahan Gula Aren yang berada di Desa Onemanu, untuk menghasilkan laba dengan seluruh modal yang dimiliki. Uraian Profitabilitas Usaha Pengolahan Gula Aren dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut :

Tabel 5 Profitabilitas Pengolahan Gula Aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur, Tahun 2016

NO

Uraian

Jumlah

1

Penerimaan Total (TR = Y×P)

Rp 12 136.346

 

Jumlah Produksi      (Y)

Kg 1.213

 

Harga Produk/Unit (P)

Rp 10.000

2

Biaya Total (TC = FC+VC

Rp 6.071.023

 

Biaya Tetap (FC)

Rp 3.478.750

 

Biaya Variabel (VC)

Rp 2.592.273

3

Pendapatan ( I = TR-TC)

Rp 6.066.341

4

Profitabilitas  πC=ITC×100%

99%

Jika dilihat pada Website Bank Indonesia, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Suku bunga bank kredit saat ini tercatat sebesar 9% pertahun atau 0,4% perbulan di tahun 2017. Mengiginkan suku bunga dasar Pelaku UMKM bisa mengajukan KUR lewat bank yang telah ditunjuk oleh pemerintah Indonesia seperti bank Mandiri, BNI, BRI, BCA. Profibilitas usaha pengolahan gula aren 99% atau 0,9% artinya bahwa kondisi yang lebih baik dari tingkat suku bunga yang berlaku dalam perbulan, sedangkan tingkat suku yang didapatka pertahun sebesar 10.8, yang dimana usaha dapat di katakana layak karna bila di bandingkan dengan UMKM yang berlaku di Sulawesi lebih rendah tingkat suku bunga yang berlaku dari pada tingkat suku bunga yang di peroleh dari usaha yang di jalankannya. Hal ini disesuaikan dengan ketentuan keriteria yang telah ditetapkan, yakni π/C > Dari bunga bank yang berlaku.

 

 

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :

    1. Pendapatan yang diperoleh rata-rata Pengolahan Gula Aren di Desa Onemanu setiap bulanya yakni sebesar Rp 6,065,341.
    2. Berdasarkan analisis kelayakan R/C Ratio diperoleh angka 2 atau 1,99 atau lebih besar dari pada 1 yang dimana menunjukkan bahwa Usaha Pengolahan Gula Aren di Desa Onemanu Kecamatan Lambandia termasuk dalam keriteria layak untuk dijalankan.
    3. BEP (Break Event Point) peluang Usaha Pengolahan Gula Aren memiliki peluang yang bagus hal ini dilihat dari jumlah BEP penerimaan Rp 4.425.890 < penerimaan (TR) Rp 12.136.364, BEP Produksi 442Kg < jumlah produksinya 1.213/Kg, dan BEP harga Rp 5.004/Kg < dari harganya Rp 10.000/Kg.

 

Saran

Adapun saran yang diajukan oleh penulis adalah sebagai berikut :

  1. hendaknya terus meningkat kualitas produksi dan efisiensi Usaha Pengolahan Gula Aren agar diperoleh pendapatan yang lebih besar demi kesejahtraan keluarga responden.
  2. Kepada pemerintah setempat perlunya member bimbingan, dan terutama intensifitas maupun menyediakan lahan untuk membudidayakan agar tidak kekurangan bahan baku, karna usaha ini sangat menguntungkan.
  3. Bagaimana usaha pengolahan gula aren dapat bersaing ditingkat nasional maupun ditingkat internasional, dengan adanya topangan dari pemerintah setempat dan kemauaan masyarakat yang menggelutinya usaha tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, S. 1995. Teknik Membuat Gula Aren. Penerbit Karya Anda, Surabaya.

Amran, 2012 Cara Budidaya Aren Dan Cara Pengolahan Gula Aren Yang Benar. Jurnal BTP 15 (3):60-65

Arikunto, S. 2004. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Bandung.

Boediono, 2000. Ekonomi Moneter, Edisi 3, BPFE, Yongyakarta.

Firdaus,M .2008. Manajemen Agribisnis. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Gettinger,J.P, 1986. Analisis Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Terjemahan, Edisi Kedua, Ui- Press Dan John Hopkins, Jakarta.

Handoko, T, 1999. Dasar-Dasar Manajemen Produksi Dan Operasi. Penerbit BPFE, Jogyakarta.

Hernanto, F, 1995. Ilmu Usahatani. Penerbit IKAPI Seri Pertanian, Jakarta.

Henry Simamora, 2002 Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis Jilid 2. Jakarta: Salemba Empat

Husnan, S, Suswarsono, 2000. Studi Kelayakan Proyek. Edisi Keempat, Penerbit UPP AMM YKPN, Yogyakarta.

Kartono, Kartini., 1996. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Penerbit CV. Mandar Maju, Bandung.

Partadiredja Atje, 2000. Manajemen Koperasi, Penerbit Bharata, Jakarat.

Patong, 1995. Perencanaan Usahatani, Pustaka Peresindo, Jakarta.

Rangkuti, 2006. Teknik Mengukur Dan Strategi Meningkatkan Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama.

Reksohadiprodjo dan Assuari Gitusudarmo., 1993. Manajemen Produksi Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Suratiyah, ken, 2008. Ilmu Usahatani. PT. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sunanto, 1993. Aren  Budidaya dan Multigunanya. Penerbit Kanisius, Jogyakarta.

Sumarsono, 2012. Sosiologistik. Yokyakarta, Pustaka Belaja.

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif. Penerbit Alfabeta, Bandung.

Suratman, 2001. Studi Kelayakan Proyek: Teknik Dan Prosedur Penyusuan Laporan (Edisi Pertama), Yogyakarta: J dan J Learning.

Suryabrata, Sumadi., 2000. Metodologi Penelitian. Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Soesono, 1991. Bertanam Aren. Penerbit Sawadaya. Jakarta.

Soerharjo, A. Dahlan Patong, 1984. Sendi-Sendi Ilmu Usahatani.Universitas Hasanuddin Ujung Pandang.

Supriyono, 2012. Akuntansi Biaya. Yongyakarta: BPFE

Swasta,Basu dan Irawan., 2005.

UMK Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari
Membentuk Insan Bertakwa dan Berakhlaqul Karimah
© 2020 Universitas Muhammadiyah Kendari Design By Tasbih, S.Pd. Follow Universitas Muhammadiyah Kendari : Facebook Twitter Linked Youtube